Jumat, 12 Februari 2010

Idolaku


"Hehehe..., Maju terus pantang mundurrr...!!" Ucap rangga dengan semangat.
"Ahhh..., masa sih Loe akan terus rajin belajar? Gue nggak percaya."
"Ehhhhh Kalau ada tekad dijiwa, ku pasti akan terus berjuang untuk meraih semua cita-citaku. Hehehe."
"Yau dah dehhh..., Gue percaya."
Keesokkan harinya suasana pagi di sekolah SMK TI MULTIMEDIA Seperti biasa begitu sepi. Disana Hanya
terlihat Tukang jualan makanan dan minuman ringan yang sedang merapihkan barang jualannya Dikantin sekolah,
menunggu para murid datang untuk membelinya. Serta terlihat satpam yang duduk sambil minum secangkir kopi diKantin sekolah.
"Wah kepagian nihhhhh....," Ucap Rangga dalam hati.
Rangga berjalan menyusururi lorong-lorong sekolah melewati beberapa kelas. Setelah berjalan cukup lama, Rangga tak sengaja
Melihat seorang pemuda didalam kelas yang sepi tak ada seorang-pun disana, sedang membaca sebuah buku tebal digenggaman tangannya.
Pemuda itu-pun menyadari akan hadirnya Rangga. Langsung secara cepat pemuda itu memasukkan buku yang dibacanya kedalam
tasnya, kemudian datang menghampiri Rangga sambil membawa tas.
"Hai...," Sapa Rangga pada saat pemuda itu ada dihadapnya.
Pemuda itu tak menyahut ataupun tersenyum sedikitpun. Dia langsung lewat begitu saja bagai angin.
Sejak saat itu Rangga begitu penasaran akan sikap yang ditunjukkan cowok tersebut. Dia terus memikirkan kenapa cowok
yang dia temui waktu pagi itu begitu dingin.
"Heh Bengong aja Loe!" Ucap Sinta membuyarkan segala apa yang dipikirkannya.
"eh Sinta..., Ada apa?"
"Yeee..., Lagi mikirin siapa nie??"
"Nggak mikirin siapa-siapa kokkk..." Sangkal Rangga.
"Masa Sih? Gue nggak percaya." Kata sinta tak percaya.
"Ya Deh..., Gue ngakuu. Gue emang sedang memikirkan seseorang."
"Memikirkan cewek ya? hehehe Gue yakin, pasti loe lagi jatuh cinta."
"Enak aja. Gue lagi mikirin cowok tau!"
Kaget Sinta,"Hah cowok? Loe normal nggak sih?"
"Ya iyalah Gue normal. Gue cuman penasaran aja dengan sikap yang ditunjukkan oleh seorang cowok yang pernah gue
temui disini."
"Sikap? Maksud Loe?"
"Cowok itu begitu kelihatan pendiam, tatapan matanya terlihat kosong. Wajahnya Kelihatan mendung."
"Weh mungkin dia lagi ada masalah kali." Tebak Sinta.
"Mungkin. Tapi entah kenapa Gue begitu penasaran pada cowok itu."
"Memang siapa nama cowok itu? dan jurusan apa cowok itu?"
"Nahhh..., Itu. Gue nnggak tau."
"Yahhh..., Payah kamu mah..., Gimana mau tau tentang cowok itu kalau kamunya sendiri tidak tau namanya atau dimana
dia berada."
Beberapa hari terlewati. Rasa penasaran Rangga yang dalam semakin membesar. Dan hari pertemuan kembali Rangga dengan
Pemuda itu akhirnya tiba.
"Perkenalkan Anak-anak. Mereka bertiga adalah kakak kelas kalian, yang akan memilih diantara kalian untuk dibimbing
Belajar Komputer. Hadi, Adit, dan Sartono silahkan perkenalkan diri kalian masing-masing. Serta sebutkan ilmu komputer apa
saja yang kalian akan ajarkan pada salah seorang adik kelas yang kalian pilih."
"Oke..., Bu." Kata Adit.
"Tentu saja..." Ucap juga Sartono.
Sedangkan Hadi hanya diam saja dengan menampakkan wajah sendunya itu dengan tatapan kosong menatap murid-murid yang
ada diruangan laboratorium komputer (Multimedia).
"Oke dimulai dari Adit, kemudian sartono, lalu yang terakhir adalah Hadi."
"Namaku Adit. Aku dari kelas XI Informatika 1. yang akan saya ajarkan adalah tentunya program design, seperti
Photoshop, corel draw, aleo, Crazy Talk, dan membuat web dengan html."
Plokkk.., Plok..., Plokkk...,
"Suittt..., Suitt..., Keren...!!!" Ucap salah seorang murid sambil bertepuk tangan bersama teman-temannya.
"Lanjutkan!!!!" Kata salah seorang murid yang duduk dimeja pojok kelas.
"Nama Gue Sartono. Gue sekelas dengan Adit. Gue akan ngajarin Photoshop, corel draw, aleo, Crazy Talk."
Selanjutnya Giliran Hadi yang memperkenalkan dirinya kepada Adik-adik kelasnya, dia berdiri menarik nafas perlahan
demi perlahan menatap sekeliling ruangan Lab. Komputer.
"Sinta Loe lihat kan orang yang didepan?" Bisik Rangga mengarahkan pandangannya pada Hadi.
"Yang mana?"
"Tuh kakak kelas yang akan memperkenalkan dirinya!" Tunjuk Rangga.
"Oh..., memang kenapa?" Tanya Sinta.
"Itu kan cowok yang buat gue penasaran."
"Ohhh..., Emangnya ada yang aneh ya dengannya?"
"Coba Loe lihat aja dia. Loe pasti tau."
"Perkenalkan Nama saya Hadi. Saya Sekarang Kelas XI Informatika 1." Ucap Hadi bicara perlahan dengan tenangnya.
"Kok cuman segitu aja bicaranya?" Protes salah seorang adik kelas.
"Iya nih, Payah. kasih tau dong apa yang akan Kak Hadi ajarkan!" Pinta Jessica sewot.
"Kak Hadi nggak punya ilmu, bukan? Nggak seperti kedua teman Kak Hadi?" Tanya lagi salah seorang siswa.
"Dasar Bodoh!!!"
Ruangan seketika menjadi ramai seperti pasar. Banyak Pertanyaan-pertanyaan dan ejekkan yang keluar dari Mulut
siswa kepada Hadi.
"Ih orang aneh ya, dia? Gue tau dia pasti bodoh. makanya dia nggak mau kasih tau ilmu apa saja yang akan dia ajarkan."
Sebel sinta.
"hmmm Dia bukannya Bodoh..," Senyum Rangga terhadap Hadi. Rangga begitu kagum terhadap Hadi. Karena Rangga tau
alasan mengapa Hadi tak mau banyak bicara.
"Kok Loe bisa bicara begitu?"
"Seharusnya Loe bangga terhadap dia. Karena Gue tau, biasanya orang yang seperti dia itu adalah orang yang sedikit
bicara tapi sebenarnya dia memiliki pengetahuan yang luas."
"Kok Loe bisa yakin?"
"Hmmm karena itulah sikap seorang ksatria sejati."
"Sudah...! Sudah...! jangan berisik." Perintah Bu Puji.
Semua siswa langsung diam seketika.
"Oke, pilihlah oleh kalian siapa adik kelas yang kalian akan bimbing."
Sartono dan Adit sibuk mencari siswa yang kira-kira pintar diantara mereka, yang akan mereka pilih. sedangkan Hadi
Hanya berdiri diam didepan ruangan tanpa melakukan apapun.
"Hadi cepat dong kamu cari juga seperti teman-temanmu!" Kata Bu puji.
"Semuanya! Siapa diantara kalian yang mau saya Bimbing?" Tanya Hadi kepada Adik kelasnya yang ada diruangan itu.
"Huh mendingan Gue punya pembimbing sperti adit atau sartono. Kan jelas mereka punya ilmu sejauh mana. Gak seperti
dia." Bisik Salah seorang murid kepada temannya.
"Saya, Kak!" Rangga mengacungkan tanggannya, semua mata melihat Rangga.
Hadi masih dengan tatapan dinginnya menatap Pria berkulit putih yang ada didepannya.
"Bu, dia yang akan saya bimbing." Beritau Hadi.
"Rangga...? Kau...?" Ucap Sinta Nggak percaya.
"Hmm..., sudah Gue katakan kan? Gue penasaran sama dia." beritau Rangga dengan suara pelan kepada sinta.

************************

"Hayooo!! lagi mikirin apa nih??"
"Ah kakak. Gue nggak mikirin apa-apa kok."
"Ya, ya. Gue percaya kok..., tapi ingat ya adik. Kamu jangan pacaran dulu. Belajar dulu lah yang benar!" Beritau Kak
Ratna.
"Iya Kak. Kak Gue boleh tau nggak?"
"Boleh tau apa Adik?"
"Kenapa sih kok kakak sampai sekarang belum punya cowok? apa kakak nggak bosan terus sendiri?"
"Ngapain bosan? Kakak happy kok menjalani hidup sendiri tanpa cowok. Karena kan udah kakak bilang, kakak mau belajar
dulu."
"Tapi apa kakak pernah punya orang yang kakak pernah suka?"
"Oh..., dulu sih ada waktu SMP. Cuman sekarang nggak tau deh dia sekolah di SMA mana."
"Ohh..., begitu..." Puas Rangga mendengar penuturan kakaknya.
"Kenapa sih tanya-tanya begitu? jangan-jangan...." Kak Ratna tak melanjutkan kata-katanya. Tapi mereka berdua sendiri
tau apa artinya dari kata-kata itu.
Keesokkan harinya Rangga belajar dengan Hadi diLab Komputer berdua.
"Begini cara mendesign jaketnya...," Hadi memberikan intruksi kepada Rangga dengan perlahan tapi pasti.
"Oh begituu....," Rangga manggut-manggut sembari mempraktekkan intruksi Hadi.
4 Jam pun berlalu. Hadi dan Rangga selesai belajar. Mereka berdua pun makan dan minum dikantin sekolah bersama-sama.
"Gimana? apa kamu masih mampu menampung ilmu yang masih banyak lagi?"
"Masih dongg kak...!" Jawab Rangga dengan pasti.
"Hmm..., Tapi mungkin kalau sama kakak kamu akan menjadi tambah pusing,karena kakak akan mengajarimu lebih dari yang
diajarkan kedua teman kakak kepada kedua teman kamu."
"Maksud Kakak?" Tanya Rangga tak mengerti.
"Kakak akan mengajarimu pelajaran yang diajarkan pada Jurusan RPL (Rekayasa perangkat Lunak)."
"Wah hebat donggg! jadi, nanti Aku bisa multimedia dan RPL juga dong kak!!"
Hadi menyedot air minum yang ada digelas dengan sedotan."Nah..., Persiapkanlah dirimu."
1 bulan-pun terlewati begitu cepat, Rangga sudah mampu menerima semua ilmu yang dimiliki oleh Hadi.
"Friend Gimana? udah tau belum kenapa Hadi bersikap dingin?" tanya sinta.
"Hehehe." Rangga hanya tersenyum menjawab pertanyaan sinta.
"Oh iya, Besok kan Pertandingan Lomba LKS Sekota Bogor. Sekolah kita siapa yang mewakilinya ya?"
"Tentu saja Guruku, Sartono." Ucap ken percaya diri,
"Ehhh..., yah sartono mah kecil, jagoan juga pembimbing gue, Adit." Bangga Anton.
"Hmmm..., tentu saja bukan pembimbing kalian berdua yang akan terpilih."
"Kalau bukan mereka, lalu siapa? Jangan bilang kalau guru loe ya, yang akan terpilih?"
"Hmmm kita lihat saja nanti." Jawab Rangga dengan tenangnya.

**************************


"Kenapa Kak? Kenapa Kakak nggak mau ikut dalam pertandingan itu?"
"Karena Aku nggak pantas ikut pertandingan itu."
"Nggak pantas? Nggak pantas gimana? Kakak kan hebat."
"Hmmm..., Lihatlah Kak semua murid yang mewakili sekolahnya masing-masing itu! mereka semua menurutku tak sehebat
seperti kakak. Please kak Ku mohon, ikutlah pertandingan Lomba LKS!" Pinta Rangga dengan segenap hati.
"Rangga...!" sahut wanita memakai baju seragam praktek sekolah mendekat kearah rangga dan Hadi.
"Kakak." Rangga mengusap air matanya yang tak sengaja tertetes.
Hadi menengok kebelakang, kearah datangnya suara tersebut."Ratna....," Kata HADI tak percaya dengan hal yang dilihatnya.
"Kamu??" Ratna Melihat wajah Hadi dalam-dalam.
"Kakak kenal kak Hadi?"
Tiba-tiba secara refleks Hadi berlari kearah Ratna dan kemudian langsung memeluk Tubuh Ratna Erat-erat.
"Ratna..., Janganlah kau pergi lagi dariku! karena ku begitu sayang padamu.Please ku mohon!"
"Hmm..., Hadi apa kamu mau aku berkata jujur?"
"Ya. katakanlah!"
"Tapi tolonglah. Lepaskan aku dulu!"
"Ya." HADI melepaskan Ratna.
"Maafkan aku Hadi...," Ratna tak melanjutkan kata-katanya.
"Apa? jangan katakan kalau kamu sudah nggak cinta ku lagi!"
"Hmmm kata siapa? Aku masih mencintaimu dan jika kamu ingin kita jadian, kamu harus berjanji dulu padaku!"
"Berjanji apa?"
"Kau harus ikut dan menang dalam lomba LKS ini!"
"Baik. Kalau itu permintaanmu, akan ku lakukan." Hadi berjalan menuju panggung pertandingan dengan gagahnya.
"Yang semangat Kak!!" beri semangat Rangga kepada Pembimbing sekaligus idola dalam hidupnya.
"Ayo semangat Hadi!"
Melihat Kak Hadi yang berhasil menjadi juara sekota bogor diriku begitu bahagia, Apalagi melihat senyum pertamanya
yang tersenyum padaku begitu indah. membuat semua rasa penasaranku sirna seketika. Hidupku begitu tambah bahagia ketika
tau kenapa Kak Hadi selalu tampak sendu, karena dia mencari dan menanti kakakku yang telah lama hilang dihidupnya.
Dan kini Pembimbingku dalam dunia Pelajaran sekolah yang selalu ku idolakan, menjadi Pacar dari kakakku yang cantik.
Dan kini perjalan kisah hidupku berakhir bahagia Setelah ku naik kelas 3 SMK lalu mengikuti jejak Kak Hadi menjadi Juara
Lomba LKS Sekota Bogor.



_________sELESAI _________
Categories:

0 komentar:

Poskan Komentar

komentar disini!

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!